Perbandingan Karya Sastra Anak

PERBANDINGAN KARYA SASTRA ANAK


CERITA ANAK 1
JUDUL                      : TJERITA SI UPIK HITAM
PENULIS                  : NJ. LIMBAK TJAHAJA
PENERBIT               : BALAI PUSTAKA
TAHUN TERBIT     : 1971
SINOPSIS                  :
Cerita ini mengisahkan seekor kuda yang diberi nama Upik Hitam. Si Upik Hitam dipelihara oleh keluarga Pak Daud. Pak Daud memiliki anak bernama Nuri. Nuri sangat menyayangi Upik Hitam. Mereka akrab dan bersahabat. Cerita Si Upik Hitam berlanjut dengan Upik Hitam menjadi kuda pacuan. Dalam cerita ini dikisahkan Upik Hitam merasa sedih, sepi, dan iri ketika melihat Nuri telah sibuk dengan sekolahnya, melihat kuda lain memiliki anak, dan dia sendirian di kandang. Cerita ini berakhir dengan kematian Upik Hitam.
(Cerita lengkap terlampir)

CERITA ANAK 2
JUDUL                      : NOT THE LAST TORTOR
PENULIS                  : ALYA NAMIRA NASUTION
PENERBIT               : DARI MIZAN
TAHUN TERBIT     : 2012
SINOPSIS                  :
Not the last Tortor merupakan salah satu cerita anak yang masuk dalam 20 cerpen pemenang lomba cerpen kebudayaaan 2012 yang dibukukan dalam KKPK (Kecil-kecil Punya Karya). Cerita ini berawal dari Tiur yang merasa kesal dan tidak setuju dengan teman-temannya karena mereka ingin menampilkan tarian Tortor dalam acara perpisahan sekolah. Sedangkan Tiur ingin menampilkan tarian Shuffle. Cerita ini berlanjut dengan usaha teman-temannya membujuk Tiur dan meminta saran dari gurunya. Akhirnya Tiur dan teman-temannya berhasil menampilkan tarian Tortor berdasarkan saran gurunya.
(Cerita lengkap terlampir)
PERBANDINGAN CERITA ANAK 1 DAN CERITA ANAK 2

CERITA ANAK 1
JUDUL                      : TJERITA SI UPIK HITAM
PENULIS                  : NJ. LIMBAK TJAHAJA
PENERBIT               : BALAI PUSTAKA
TAHUN TERBIT     : 1971
CERITA ANAK 2
JUDUL                      : NOT THE LAST TORTOR
PENULIS                  : ALYA NAMIRA NASUTION
PENERBIT               : DARI MIZAN
TAHUN TERBIT     : 2012

NO
CERITA ANAK 1
CERITA ANAK 2
1.
Berupa novel pendek
Berupa cerita pendek
2.
Menggunakan ejaan lama
Menggunakan EYD (Ejaan yang Disempurnakan)
3.
Terdapat penjelasan untuk anak usia 10-12 tahun.
Tidak terdapat penjelasan usia
4.
Bahasa yang digunakan menggunakan logat kedaerahan jadi sulit dipahami oleh anak.
Bahasa yang digunakan menggunakan logat bahasa masa kini yang mudah dipahami anak.
5.
Terdapat pilihan kata yang kurang baik digunakan untuk anak, seperti kata “bedebah”, “perceraian”, dan “kekasih”
Terdapat kata-kata yang tidak baku, seperti “kepikiran” dan “macam apa sih”.
6.
Tokoh cerita menggunakan nama-nama yang Islami dan kedaerahan, yaitu Pak Daud, Nurdin, Nur Iman, Piah, dan Upik
Tokoh cerita menggunakan nama-nama yang umum dan kedaerahan, yaitu Bu Diah, Anggi, Parlin, Tiur, dan Taruli.
7.
Tidak terdapat pesan secara langsung
Terdapat pesan secara langsung di akhir cerita.
ANALISIS NILAI DAN KESESUAIAN CERITA ANAK

CERITA ANAK 1
JUDUL                      : TJERITA SI UPIK HITAM
PENULIS                  : NJ. LIMBAK TJAHAJA
PENERBIT               : BALAI PUSTAKA
TAHUN TERBIT     : 1971
NILAI                                    :
Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini yaitu menyayangi hewan, persahabatan antara manusia dan hewan, dan hewan sebagai makhluk hidup ingin kehidupan yang layak sebagaimana manusia.
KESESUAIAN         :
Cerita ini masih layak dan sesuai digunakan untuk anak. Hanya saja, lebih baik cerita ini dibacakan oleh orang tua atau guru karena pilihan kata yang kurang baik, logat bahasa yang sulit dipahami, dan isi cerita yang memerlukan pengarahan dari orang tua atau guru.
CERITA ANAK 2
JUDUL                      : NOT THE LAST TORTOR
PENULIS                  : ALYA NAMIRA NASUTION
PENERBIT               : DARI MIZAN
TAHUN TERBIT     : 2012
NILAI                                    :
Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini yaitu bangga dengan budaya Indonesia, persahabatan, kerjasama, dan menghormati guru.
KESESUAIAN         :
Cerita ini layak dan sesuai digunakan untuk anak, baik membaca sendiri atau dibacakan oleh orang tua dan guru. Cerita ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan kekinian sehingga layak digunakan anak-anak. Cerita ini juga mengandung nilai yang jelas sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga anak terhadap budaya bangsa Indonesia.




Jumat, 11 April 2014
Posted by Unknown

Penyebab dan Cara Mengatasi Kecelakaan Kereta Api di Indonesia

Penyebab dan Cara Mengatasi Kecelakaan Kereta Api di Indonesia
Oleh: Innany Mukhlishina

Abstrak: Kereta api merupakan salah satu transportasi di dunia. Sebagai alat transportasi, kereta api banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menyebabkan rawan kecelakaan. Kecelakaan kereta api di Indonesia disebabkan oleh kedisiplinan pengguna jalan, tidak adanya palang pintu di beberapa lintasan kereta api, dan adanya kelalaian masinis. Kecelakaan kereta api di Indonesia dapat diatasi dengan cara penggunaan ATP, menumbuhkan kesadaran penguna jalan terkait kedisiplinan dalam berkendara, adanya aksi nyata dari para penegak hukum untuk memberikan sanksi kepada pengguna jalan yang melanggar, pemasangan palang pintu dan penyediaan penjaga perlintasan kereta api
Kata Kunci: kereta api, kecelakaan, penyebab, cara mengatasi

Kereta api melintasi rel di Indonesia setiap hari. Kereta api memiliki peranan penting sebagai alat transportasi di Indonesia. Kebutuhan masyarakat terhadap kereta api sebagai alat transportasi semakin tinggi seiring dengan banyaknya penduduk di Indonesia. Tingginya minat masyarakat akan kebutuhan kereta api tak lepas dari berbagai fasilitas dan kemudahan yang didapatkan saat menggunakan alat transportasi kereta api. Semakin tingginya minat masyarakat, menyebabkan kereta api menjadi salah satu alat transportasi yang rawan kecelakaan.
Penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia bemacam-macam. Pengetahuan tentang penyebab kecelakaan kereta api diperlukan agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka mengatasi kecelakaan kereta api. Tentu hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan kenyamanan kepada para penumpang kereta api.
Berdasarkan uraian di atas, disajikan pembahasan tentang: (a) sejarah perkembangan kereta api di Indonesia, (b) Penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia dan (c) cara mengatasi kecelakaan kereta api di Indonesia.

SEJARAH PERKEMBANGAN KERETA API DI INDONESIA
Sejarah perkembangan transportasi di dunia diawali dengan penemuan roda(http://sejarah-manusia.blogspot.com/2010/08/sejarah-kereta-api-di-dunia.html). Setelah ditemukannya roda, muncullah beragam alat transportasi, salah satunya kereta api. Sejarah perkembangan kereta api diawali dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penemuan mesin uap memberi inspirasi terhadap Nicolas Cugnot untuk membuat kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap yang dikenal dengan nama kuda besi. Penemuan ini dilanjutkan oleh Richard Trevithick yang berhasil membuat mesin lokomotif yang dirangkai dengan kereta dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Hal ini berlanjut hingga adanya penemuan listrik dan beberapa peralatannya oleh Michael Farasa yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik menjadi awal kereta api listrik. Kemudian tahun 1982, Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel. Seiring dengan perkembangan teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta api magnet yang memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa.
            Sejarah perkembangan kereta api di Indonesia diawali dengan pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen menuju desa Tanggung pada tahun 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia). Kereta api tersebut dapat menghubungkan kota Semarang-Surakarta. Keberhasilan kereta apai tersebut mendorong minat investor untuk membangun jalan kereta api di daerah lainnya. Selain di Jawa, pembangunan rel kereta api dilakukan di luar Jawa, antara lain di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sulawesi
            Kereta api terus mengalami perkembangan di Indonesia hingga menjadi transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat, terutama di Jawa. Masyarakat memilih kereta api karena tiket yang relatif murah, nyaman, dan relatif dapat terhindar dari mabuk kendaraan. Banyaknya pengguna kereta api menyebabkan kereta api menjadi salah satu alat transportasi yang rawan mengalami kecelakaan.

PENYEBAB KECELAKAAN KERETA API DI INDONESIA
Kecelakaan kereta api di Indonesia terjadi karena berbagai hal, antara lain kedisiplinan pengguna jalan, tidak adanya palang pintu di beberapa lintasan kereta api, dan adanya kelalaian masinis. Penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia yang diakibatkan oleh kedisiplinan pengguna jalan, rata-rata karena pengguna jalan memaksa untuk tetap melaju meskipun palang pintu hampir tertutup dan adanya bunyi sirine. Pengguna jalan yang tidak sabar menunggu kereta lewat memaksa menerobos palang pintu rel kereta api namun tiba-tiba mesin kendaraan mati di atas perlintasan rel kereta sehingga terjadilah kecelakaan kereta api. 
Mesin kendaraan mati disebabkan oleh medan magnet. Rel yang dilewati kereta api dalam jarak 600 meter ternyata menghantarkan medan magnet yang sangat tinggi, sehingga ketika kendaraan melintasi rel kereta api maka resiko matinya putaran mesin kendaraan sangat besar. Tingginya medan magnet pada lintasan kereta api karena roda kereta api terbuat dari baja berjenis ferritic. Jenis baja ini mempunyai medan magnet yang sangat kuat. Perputaran roda yang sangat cepat dan tinggi itulah menyebabkan medan magnet akan maju lebih dahulu. (http://www.kapsulpintar.com/2013/12/10/3911/mesin-mobil-mati-saat-melintasi-rel-kereta-api-inilah-penyebabnya.html). Artinya, ketika kereta api lewat, dalam radius 600 meter ke depan rel tersebut menghantarkan medan magnet yang tinggi. Jika pada saat itu ada kendaraan yang melintas di atas rel, maka medan magnet itu dapat mematikan mesin kendaraan secara mendadak.
Ketersediaan palang pintu di perlintasan kereta api juga menjadi penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia. Berdasarkan data, masih banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu sehingga bergantung penuh dengan kesadaran penjaga perlintasan dan pengguna jalan. Ironisnya tidak hanya ketersediaan palang pintu, tetapi masih banyak ditemukan tidak tersedianya penjaga perlintasan kereta api. Hal ini menyulitkan pengguna jalan untuk mendeteksi ada tidaknya kereta api yang melintasi rel yang akan dilewati pengguna jalan tersebut.
Kelalaian masinis menjadi penyebab lain dari kecelakaan kereta api di Indonesia. Seperti pada kecelakaan kereta api yang terkenal dengan sebutan tragedi Bintaro.  Menurut Wikipedia dalam (http://id.wikipedia.org/wiki/ Daftar_kecelakaan_kereta_api_di_Indonesia) tragedi ini terjadi pada 19 Oktober 1987, sekitar jam 06.45, KA 220 eksekutif Merak bertabrakan dengan KA 225 yang sedang melaju (tabrakan head-to-head) di daerah Pondokbetung, Bintaro, Tangerang. Kecelakaan ini karena KA 225 yang direncanakan bersilang dengan KA 220 di Stasiun Kebayoran, diganti menjadi di Stasiun Sudimara. Masinis KA 225 salah mendengar semboyan sehingga KA 225 berangkat tanpa sepengetahuan PPKA Stasiun Sudimara. Peristiwa ini mengakibatkan 156 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka. Selain tragedi Bintaro, kecelakaan kereta api yang disebbakan oleh kelalaian masinis juga terdapat pada kecelakaan kereta api lainnya.

CARA MENGATASI KECELAKAAN KERETA API DI INDONESIA
Maraknya kecelakaan kereta api perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus agar tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api. Perhatian dan penanganan khusus memerlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, manajemen KAI, masinis, penjaga perlintasan/stasiun kereta, karyawan KAI yang lain, maupun masyarakat sekitar rel dan pengguna kereta api. Cara mengatasi kecelakaan kereta api salah satunya dengan Automatic Train Protection (ATP) yang akan diujicobakan oleh Dirjen Perkeretapaian.
ATP adalah perangkat keselamatan yang fungsi dasarnya melakukan pengereman dan pengaturan kecepatan kereta berdasarkan informasi dari sinyal atau batas kecepatan yang diizinkan. Informasi tersebut dikirim dari jalur kereta ke sarana/lokomotif dengan cara kopling medan magnet resonansi. Informasi dari jalur tersebut mengaktifkan proses kendali prosedur masinis saat mengendarai kereta/lokomotif. Jika dibutuhkan sistem ATP akan melakukan pengereman demi meningkatkan nilai keselamatan perjalanan kereta bila masinis kurang memperhatikan sinyal atau tidak menurunkan kecepatan pada lintasan yang ada pembatasan kecepatan atau pada jalur lengkung (http://www.hbstephanus.com /2013/01/penggunaan-atp-untuk-mengurangi-resiko.html)
ATP merupakan salah satu cara mengatasi kecelakaan kereta api di Indonesia. Cara mengatasi kecelakaan kereta api juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran penguna jalan terkait kedisiplinan dalam berkendara. Adanya aksi nyata dari para penegak hukum untuk memberikan sanksi kepada pengguna jalan yang melanggar menjadi alternatif untuk mendisiplinkan pengguna jalan. Kesadaran antri juga perlu dikembangkan di Indonesia untuk melatih kebiasaan berdisiplin. Selain itu pemasangan palang pintu dan penyediaan penjaga perlintasan kereta api perlu dilakukan untuk mengatasi kecelakaan kereta api di Indonesia.

PENUTUP
Kereta api memiliki peranan penting sebagai alat transportasi di Indonesia. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kereta api, menyebabkan kereta api menjadi salah satu alat transportasi yang rawan kecelakaan. Oleh karena itu pengetahuan tentang penyebab dan cara mengatasi kecelakaan kereta api diperlukan agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan sebagai upaya memberikan kenyamanan kepada para penumpang kereta api.

DAFTAR RUJUKAN
Wikipedia. Tanpa tahun. Sejarah Perkeretaapian di Indonesia, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia diakses pada 24 Februari 2014)

Tanpa Nama. 2010. Sejarah Kereta Api di Dunia, (Online), (http://sejarah-manusia.blogspot.com/2010/08/sejarah-kereta-api-di-dunia.html diakses pada 24 Februari 2014)

Wikipedia. Tanpa tahun. Daftar Kecelakaan Kereta Api di Indonesia, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kecelakaan_kereta_api_di_Indonesia diakses pada 24 Februari 2014)

Tanpa Nama. 2013. Mesin Mobil Mati Saat Melintasi Rel Kereta Api Inilah Penyebabnya, (Online), (http://www.kapsulpintar.com/2013/12/10/3911/mesin-mobil-mati-saat-melintasi-rel-kereta-api-inilah-penyebabnya.html diakses pada 24 Februari 2014)

Stephanus. 2013. Penggunaan ATP untuk Mengurangi Resiko, (Online), (http://www.hbstephanus.com/2013/01/penggunaan-atp-untuk-mengurangi-resiko.html diakses pada 24 Februari 2014)


Posted by Unknown

Pentingnya Iman dalam Berorganisasi

PENTINGNYA IMAN DALAM BERORGANISASI

Terjemah:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Kosakata:
Saffan              (As-Saff:4)
Saff artinya barisan. Dalam QS. As-Saff:4, Allah menyatakan bahwa Dia sangat menyukai umat Islam bersatu padu dalam sebuah barisan yang kukuh seperti bangunan kuat. Dalam Al-Qur’an terdapat kata-kata lain yang berakar pada kata ini, seperti as-saffuna dan as-saff yaitu rombongan para malaikat yang selalu dalam posisi berbaris artinya teratur rapi dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya. As-sawwaf artinya unta-unta kurban yang disembelih dalam keadaan berdiri, dan masfufah yaitu tersusun rapinya tempat-tempat tidur atau gelas-gelas di dalam surga. Allah memuji orang-orang yang berjuang bersatu padu di jalan Allah.
Sabab Nuzul:
Menurut riwayat dari ‘Abdullah bin Salam, ia berkata,”Beberapa sahabat Nabi SAW mengajak kami duduk kemudian kami berkata,”Jika kami tahu perbuatan apa yang lebih disukai Allah kami pasti melakukannya,’maka turunlah ayat 1-4 QS.As-Saff ini.
Tafsir:
Dalam ayat ini Allah memuji orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur dan persatuan yang kokoh. Allah menyukai kaum Muslimin yang demikian. Tidak ada celah-celah perpecahan, walau yang kecil sekalipun, seperti tembok yang kokoh dan tersusun rapat dari batu-batu beton. Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum muslimin agar mereka menjaga persatuan yang kuat dan persatuan yang kokoh, mempunyai semangat yang tinggi, suka berjuang, dan berkorban. Membentuk dan menjaga persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muslimin berarti menyingkirkan segala sesuatu yang mungkin menimbulkan perpecahan, seperti perbedaan pendapat tentang sesuatu yang sepele dan tidak penting, sifat mementingkan diri sendiri, membangga-banggakan suku dan keturunan, mementingkan golongan, tidak berperikemanusiaan, dsb. Oleh karena itulah dalam membina persatuan dan kesatuan, Allah memperingatkan dan memerintahkan kaum muslimin menjada dan mengatur saf (barisan) dalam sholat dengan rapi, bahu membahu, tidak ada satupun tempat kosong. Tempat yang kosong akan diisi oleh setan, sedangkan setan adalah musuh manusia. Tidak baik jika seseorang sholat sendirian di belakang saf, kecuali dengan menarik ke belakang seorang yang berada dalam saf yang di depannya. Mengatur barisan dalam sholat merupakan latihan mengatur barisan dalam berjihad di jalan Allah.
Kesimpulan:
Allah memerintahkan kaum muslimin agar membina persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam berjihad di jalan-Nya.
Terjemah:
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan  yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.”
Kosakata:
Tunjikum                     (QS.As-Saff:10)
Kata tunji adalah fi’il mudari’ dari kata anja-yunji-inja’an yang berarti menyelamatkan. Ia berasal dari kata naja-yanja-najatan yang berarti terbebas dari sesuatu. Darinya diambil kata najwah yang berarti tempat tinggi yang diduga memberi keselamatan. Darinya diambil kata an-najiyyah yang berarti unta cepat yang bisa menyelamatkan penunggangnya. Kata naja juga berarti berbicara secara berbisik-bisik, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dalam bentuk najiyyan,”Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf), mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik.” (QS.Yusuf:80) Juga seperti dalam firman Allah,”Wahai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu.” (QS.Al-Mujadalah:12) Dan yang dimaksud dengan kata tunjikum disini adalah menyelamatkan kalian.
Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada seluruh manusia dengan membawa petunjuk dan agama yang benar guna menggantikan agama-agama lain yang telah menyimpang. Pada ayat-ayat berikut ini dijelaskan bahwa beriman kepada Allah dan RasulNya, serta berjihad di jalanNya, baik dengan harta maupun jiwa dan raga, bagaikan sebuah perniagaan yang tidak pernah merugi.
Sabab Nuzul:
Qatadah meriwayatkan mengenai ayat “ya ayyuhalladzina amanu hal adullukum ‘ala tijarah”. Ia berkata,”Seandainya Allah tidak menjelaskan dan menunjukkan tentang “perdagangan” itu, tentu para sahabat menjadi putus asa untuk mengetahuinya sampai mereka mencari tahu tentang hal tersebut. Kemudian Allah menunjukkan kepada mereka penjelasan mengenai “perdagangan” itu. Maka Allah berfirman tu’minu billahi wa rasulihi.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan At-Tabrani)
Tafsir:
(10-11) Dalam ayat ini Allah memerintahkan kaum muslimin agar melakukan amal shalih dengan mengatakan,”Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.”
Ungkapan ayat di atas memberikan peringatan bahwa amal sholih dengan pahala yang besar, sama hebatnya dengan perniagaan yang tak pernah merugi karena ia akan masuk surga dan selamat dari api neraka. Firman Allah:
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (QS.At-Taubah:111)
Kemudian disebutkan bentuk-bentuk perdagangan yang memberikan keuntungan besar itu, yaitu:
1.      Senantiasa beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, adanya hari kiamat, qada’ dan qadar Allah.
2.      Mengerjakan amal shalih semata-mata karena Allah bukan karena riya’ adalah perwujudan iman seseorang.
3.      Berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Ada dua macam jihad yang disebut dalam ayat ini yaitu berjihad dengan jiwa raga dan berjihad dengan harta. Berjihad dengan jiwa raga ialah berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum muslimin. Berjihad dengan harta yaitu membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, seperti untuk biaya berperang, mendirikan masjid, rumah ibadah, skeolah, rumah sakit, dan kepentingan umum lainnya. Disamping itu ada bentuk-bentuk jihad yang lain, yaitu jihad menentang hawa nafsu, mengendalikan diri, berusaha membentuk budi pekerti yang baik pada diri sendiri, menghilangkan rasa iri, dsb.
Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa iman dan jihad itu adalah perbuatan yang paling baik akibatnya, baik untuk diri sendiri, anak-anak, keluarga, harta benda, dan masyaraka, jika manusia itu memahami dengan sebenar-benarnya.
(12) Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dan diriwayatkan sahih dari ‘Abdullah bin Salam bahwa ketika para sahabat Rasulullah sedang duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang, diantara mereka ada yang berkata,”Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah pasti kami akan mengerjakannya,”maka turunlah ayat ini.
Jika manusia beriman, mengakui kebenaran Rasulullah SAW, dan berjihad  di jalanNya, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Seakan-akan dosa itu tidak pernah diperbuatnya atau menjauhkannya dari perbuatan dosa itu. Allah juga menyediakan tempat bagi mereka di dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tempat di dalam surga adalah tempat yang paling indah, dan yang paling menyenangkan hati orang yang berada di dalamnya.
Kesimpulan:
1.      Perdagangan paling besar keuntungannya dan dapat menghindarkan diri dari azab yang pedih ialah beriman kepada Allah dan RasulNya, beramal sholih, dan berjihad di jalan Allah.
2.      Allah mengampuni dosa orang-orang yang beriman dan berjihad serta membalas mereka dengan surga yang penuh kenikmatan.
3.      Allah menjanjikan kemenangan kepada Rasulullah SAW dan kaum muslimin.
Penutup:
Surat ini menganjurkan agar orang-orang mukmin selalu menyesuaikan ucapan dengan perbuatan, dan menerima tawaran Allah yaitu perbuatan ampunan dan surga yang dapat dicapai dengan iman dan berjihad di jalanNya dengan harta dan jiwa.

Minggu, 16 Februari 2014
Posted by Unknown

Nestapa di Penghujung Tahun

NESTAPA DI PENGHUJUNG TAHUN

Kulihat tragedi itu di depan mataku
Denyut jantungku berdetak
Keringat dinginku mengalir
Ada sesuatu yang tak bisa kutahan
Sesuatu itu terus mendesakku
Terus mendorongku
Hingga ku tak bisa menahannya lagi
Dingin, itu yang kurasakan di pipiku
Ketika aku tahu aku tlah kehilangan kau, sahabatku

Teriakan para ibu
Tangisan anak kecil
Suara gelombang itu menderu
Begitu derasnya
Hingga kau pun ikut terbawa
Aku pun tak tahu kau dimana

Di penghujung tahun
Kesedihan, kegelisahan, menghantam bumimu
Bumi yang sangat engkau cintai
Sementara,
Suara terompet, petasan, kembang api menggelegar di cakrawala
Sorak gembira mereka agung-agungkan

Teriris hati ini mendengarnya
Mendengar suara gegap gempita
Di tengah tangisan anak kecil yang menggigil
Tiada sanak tiada tempat berteduh

Akankah mereka sadar bahwa apabila mereka mengalaminya
Mereka tidak akan bisa tertawa
Sadarkah mereka arti kehidupan
Tahukah mereka…
Apa yang telah mereka siapkan saat ajal mendatangi mereka?

#buat sahabatku di bumi Aceh
From Innany (memoar Tsunami 2005)


Sabtu, 15 Februari 2014
Posted by Unknown

Dakwah (Tetaplah Semangat Layaknya Jus yang Nikmat)

DAKWAH
(Tetaplah Semangat Layaknya Jus yang Nikmat)

“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

Dakwah menurut bahasa arab diartikan mengajak, menyeru, dan memanggil. Sedangkan, bila diartikan dalam ruang lingkup yang lebih luas dakwah dapat diartikan  “Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat”. Dakwah mempunyai banyak unsur didalamnya seperti: da'i, mad'uw, dakwah, materi dakwah, cara-cara penyampaiannya.
Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.
Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah, yaitu penyakit futur atau kelesuan. Saudaraku…Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik.
Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20)
Karena itu Rasulallah sering berdoa:
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu.”

Penyebab Futur
Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya:
1.      Berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)
Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).
Dalam hadits yang lain Rasul bersabda:
“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)
Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu.
2.      Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)
Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.
3.      Memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah).
Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)
Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah.
Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”
4.      Sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)
Saudaraku…banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
5.      Melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)
Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya.Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
6.      Masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram)
7.      Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)
Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14)
8.      Bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)
Kondisi lingkungan dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda:
“Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
9.      Spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i)
Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.
10.  Jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)
Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.

Cara Mengobati Futur
Saudaraku…Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.
1.      Jauhi kemaksiatan
Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 81)
Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman:
“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96)
2.      Tekun mengamalkan amalan siang dan malam
Amalan siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah.
Allah berfirman:
“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqan: 63-64)
3.      Mengintai waktu-waktu yang baik
Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.
4.      Menjauhi hal-hal yang berlebihan.
Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya.
Firman Allah:
“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6)
Islam adalah Din tawazun (keseimbangan). Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah berfirman: “Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) dan pilihan. (Al-Baqarah: 143)
5.      Melazimi Jamaah
“Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”
Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas.
6.      Mengenal kendala yang akan menghadang
Saudaraku…
Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman:
“Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
7.      Teliti dan sistemik dalam kerja.
Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti, insya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan.
8.      Memilih teman yang shalih
Rasulullah bersabda:
“Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)
9.      Menghibur diri dengan hal yang mubah
Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.
10.  Mengingat mati, surga dan neraka
Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
Saudaraku…Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bis shawab

# disampaikan pada kajian immawati UM




Kamis, 13 Februari 2014
Posted by Unknown

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumlah Pengunjung

- Copyright © Innany Mukhlishina -